Membuka barbershop menjadi salah satu pilihan usaha yang menarik bagi orang yang ingin masuk ke industri grooming. Namun, sebelum membuka usaha, salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah:
Berapa modal yang dibutuhkan untuk membuka barbershop?
Jawabannya tidak sama untuk setiap usaha.
Modal barbershop dipengaruhi oleh lokasi, luas tempat, jumlah kursi, konsep usaha, kualitas peralatan, jumlah barber, biaya renovasi, dan dana operasional.
Karena itu, calon pengusaha sebaiknya membuat perencanaan biaya berdasarkan kondisi usaha yang ingin dibangun.
Selain modal finansial, calon pemilik juga perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan barber. Bagi yang belum memiliki kemampuan potong rambut, mengikuti kursus barber dapat menjadi salah satu langkah persiapan sebelum membuka usaha.
BL Barber School telah berdiri sejak 2009 dan berpusat di Yogyakarta. Dengan instruktur berpengalaman dan materi pembelajaran dari dasar hingga tingkat lanjut, BL Barber School membantu peserta mempersiapkan keterampilan barber untuk siap kerja maupun usaha.
Berapa Modal untuk Membuka Barbershop?
Tidak ada angka tunggal yang bisa diterapkan pada semua barbershop.
Barbershop kecil dengan satu atau dua kursi tentu memiliki kebutuhan modal berbeda dengan barbershop premium yang memiliki banyak kursi dan fasilitas lengkap.
Secara umum, modal dapat dibagi menjadi beberapa kelompok:
Modal tempat.
Renovasi.
Peralatan barber.
Furniture.
Branding.
Perizinan dan administrasi.
Promosi.
Gaji atau kompensasi barber.
Operasional.
Dana cadangan.
Dengan membagi biaya berdasarkan kategori, calon pengusaha dapat lebih mudah membuat perencanaan.
1. Biaya Sewa Tempat
Tempat merupakan salah satu komponen terbesar dalam modal awal.
Harga sewa sangat bergantung pada:
Kota.
Lokasi.
Luas bangunan.
Akses jalan.
Tingkat keramaian.
Kondisi bangunan.
Lokasi yang berada di jalan utama biasanya memiliki biaya lebih tinggi dibandingkan lokasi yang lebih masuk ke area permukiman.
Namun, jangan hanya memilih tempat berdasarkan harga murah.
Pertimbangkan juga apakah lokasi tersebut mudah ditemukan dan sesuai dengan target pelanggan.
2. Biaya Renovasi
Barbershop membutuhkan area kerja yang nyaman dan fungsional.
Biaya renovasi dapat digunakan untuk:
Pengecatan.
Instalasi listrik.
Pencahayaan.
Lantai.
Dinding.
Area cuci rambut jika tersedia.
Area tunggu.
Dekorasi.
Papan nama.
Tidak harus langsung menggunakan desain mewah.
Untuk usaha pemula, prioritaskan fungsi, kebersihan, kenyamanan, dan identitas brand.
3. Biaya Kursi Barber
Kursi barber menjadi salah satu peralatan utama.
Jumlah kursi perlu disesuaikan dengan konsep dan kapasitas usaha.
Untuk usaha kecil, memulai dengan jumlah kursi terbatas dapat membantu mengendalikan modal.
Jika jumlah pelanggan meningkat, kapasitas dapat ditambah secara bertahap.
4. Biaya Cermin dan Workstation
Setiap kursi membutuhkan area kerja yang mendukung barber.
Komponen ini dapat meliputi:
Cermin.
Meja.
Rak.
Tempat alat.
Storage.
Workstation sebaiknya dibuat rapi agar barber dapat bekerja dengan nyaman.
5. Biaya Clipper dan Trimmer
Clipper dan trimmer merupakan peralatan penting bagi barber.
Idealnya, setiap barber memiliki peralatan yang sesuai dengan kebutuhan kerja.
Jangan hanya memilih berdasarkan harga termurah.
Pertimbangkan:
Daya tahan.
Kemudahan perawatan.
Kenyamanan penggunaan.
Ketersediaan spare part.
Kebutuhan pekerjaan.
6. Biaya Gunting dan Peralatan Pendukung
Selain mesin, barber membutuhkan peralatan lainnya.
Contohnya:
Gunting potong.
Gunting thinning.
Sisir.
Razor.
Cape.
Sikat.
Hair dryer.
Botol spray.
Peralatan sanitasi.
Jumlah peralatan disesuaikan dengan jumlah barber dan jenis layanan.
7. Biaya Produk Grooming
Barbershop dapat membutuhkan berbagai produk pendukung seperti:
Shampoo.
Pomade.
Hair powder.
Hair tonic.
Conditioner.
Aftershave.
Produk styling.
Persediaan awal perlu diperhitungkan sebagai bagian dari modal.
8. Biaya Branding
Branding sering kali dianggap sepele oleh pemula.
Padahal, identitas visual dapat membantu membedakan barbershop dari kompetitor.
Biaya branding dapat mencakup:
Logo.
Papan nama.
Desain interior.
Seragam.
Kartu nama.
Kemasan.
Materi promosi.
Brand yang konsisten dapat membantu membangun citra usaha.
9. Biaya Sistem Kasir
Usaha perlu memiliki sistem pencatatan transaksi.
Pada skala kecil, pencatatan sederhana mungkin cukup.
Seiring berkembangnya bisnis, pemilik dapat menggunakan sistem kasir digital untuk membantu mencatat:
Transaksi.
Produk.
Pendapatan.
Layanan.
Data pelanggan sesuai kebutuhan.
Tujuannya agar pemilik dapat mengetahui kondisi bisnis secara lebih jelas.
10. Biaya Marketing
Barbershop baru membutuhkan promosi.
Anggaran marketing dapat digunakan untuk:
Foto dan video.
Iklan digital.
Konten media sosial.
Banner.
Promo pembukaan.
Kolaborasi.
Program referral.
Jangan menunggu pelanggan datang secara otomatis.
Usaha baru perlu diperkenalkan kepada pasar.
11. Biaya Barber
Jika Anda merekrut barber, biaya tenaga kerja perlu dimasukkan ke dalam perencanaan.
Sistem pembayaran dapat berbeda-beda sesuai kesepakatan dan model bisnis.
Misalnya:
Gaji tetap.
Komisi.
Bagi hasil.
Kombinasi gaji dan insentif.
Pastikan sistem dibuat jelas sejak awal.
12. Dana Operasional
Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah menghitung modal hanya sampai hari pembukaan.
Padahal, bisnis membutuhkan biaya setelah grand opening.
Dana operasional dapat digunakan untuk:
Listrik.
Air.
Internet.
Produk.
Perawatan alat.
Kebersihan.
Gaji.
Marketing.
Kebutuhan tak terduga.
Sebaiknya siapkan dana cadangan agar usaha tidak langsung mengalami tekanan keuangan setelah dibuka.
Contoh Struktur Modal Barbershop
Berikut contoh struktur anggaran sederhana:
| Komponen | Kebutuhan |
|---|---|
| Tempat | Sewa/deposit |
| Renovasi | Interior dan instalasi |
| Kursi | Kursi barber |
| Workstation | Cermin, meja, rak |
| Peralatan | Clipper, trimmer, gunting |
| Produk | Shampoo dan styling |
| Branding | Logo dan papan nama |
| Sistem kasir | Perangkat/software |
| Marketing | Promosi awal |
| SDM | Gaji/komisi awal |
| Operasional | Kebutuhan bulanan |
| Cadangan | Dana darurat |
Angka setiap komponen harus disesuaikan dengan kota dan konsep usaha.
Contoh Skala Usaha Barbershop
Barbershop Mini
Cocok untuk pemula yang ingin memulai dengan skala kecil.
Karakteristik:
Kursi terbatas.
Tempat relatif kecil.
Renovasi sederhana.
Tim sedikit.
Fokus pada layanan utama.
Keuntungan model ini adalah kebutuhan modal dapat lebih terkendali.
Barbershop Menengah
Memiliki kapasitas lebih besar dengan beberapa barber dan layanan yang lebih beragam.
Modal dan biaya operasional tentu lebih tinggi.
Barbershop Premium
Mengutamakan pengalaman pelanggan, interior, fasilitas, dan layanan.
Model ini membutuhkan modal lebih besar dan strategi bisnis yang lebih matang.
Bagaimana Menghemat Modal Barbershop?
Pemula tidak harus langsung membuat barbershop besar.
Beberapa cara mengontrol modal:
Mulai dengan Kursi Terbatas
Tambahkan kapasitas setelah pelanggan berkembang.
Prioritaskan Peralatan Utama
Beli peralatan yang benar-benar dibutuhkan terlebih dahulu.
Gunakan Konsep Interior Sederhana
Tidak semua bagian harus mahal.
Pilih Lokasi dengan Perhitungan
Jangan mengambil tempat yang terlalu mahal hanya karena terlihat ramai.
Buat Marketing Organik
Manfaatkan media sosial dan konten sebelum mengeluarkan banyak biaya iklan.
Sisakan Dana Cadangan
Jangan habiskan seluruh modal saat pembukaan.
Bagaimana Menghitung Titik Impas?
Pemilik perlu mengetahui berapa banyak pelanggan yang dibutuhkan agar biaya usaha dapat tertutup.
Secara sederhana:
BEP pelanggan = Biaya tetap ÷ kontribusi rata-rata per pelanggan
Misalnya, jika biaya tetap bulanan Rp10 juta dan rata-rata kontribusi bersih dari satu transaksi adalah Rp50.000:
Rp10.000.000 ÷ Rp50.000 = 200 transaksi
Artinya, secara sederhana dibutuhkan sekitar 200 transaksi untuk menutup biaya tetap tersebut.
Perhitungan nyata perlu memasukkan seluruh biaya dan struktur pendapatan usaha.
Jangan Hanya Menghitung Modal Pembukaan
Salah satu kesalahan terbesar pemula adalah berpikir:
“Kalau uang untuk membuka sudah cukup, berarti bisnis sudah aman.”
Belum tentu.
Bisnis baru membutuhkan waktu untuk membangun pelanggan.
Karena itu, modal sebaiknya dibagi menjadi:
Modal investasi
Untuk tempat, renovasi, peralatan, dan perlengkapan.
Modal kerja
Untuk menjalankan operasional.
Dana cadangan
Untuk menghadapi kondisi tidak terduga.
Pembagian tersebut dapat membantu menjaga arus kas usaha.
Apakah Harus Bisa Potong Rambut untuk Membuka Barbershop?
Tidak harus.
Pemilik dapat merekrut barber untuk menjalankan layanan.
Namun, memiliki keterampilan barber dapat memberikan keuntungan.
Pemilik dapat lebih memahami:
Teknik kerja.
Kebutuhan alat.
Standar kualitas.
Kesulitan barber.
Kebutuhan pelanggan.
Karena itu, calon pengusaha dapat mempertimbangkan kursus potong rambut sebagai bagian dari persiapan.
Belajar Barber Sebelum Membuka Barbershop
BL Barber School telah berdiri sejak 2009 dan berpusat di Yogyakarta.
BL Barber School berkomitmen memberikan pembelajaran keterampilan barber mulai dari dasar hingga tingkat lanjut.
Keunggulan BL Barber School meliputi:
Terdaftar di Dinas Pendidikan
BL Barber School telah terdaftar di Dinas Pendidikan.
Instruktur Berpengalaman
Peserta mendapatkan bimbingan dari instruktur berpengalaman.
Materi Lengkap
Materi disusun untuk membantu peserta mengembangkan keterampilan barber.
Siap Kerja dan Usaha
Keterampilan yang dipelajari dapat dikembangkan sebagai bekal kerja maupun persiapan usaha.
Berdiri Sejak 2009
Pengalaman sejak 2009 menjadi bagian dari perjalanan BL Barber School.
Lokasi BL Barber School
BL Barber School berpusat di Yogyakarta dan telah memiliki cabang di:
Yogyakarta
Bekasi
Boyolali
Lumajang
Calon peserta dapat menghubungi BL Barber School untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai program, jadwal, biaya, fasilitas, dan pendaftaran.
FAQ Modal Membuka Barbershop
Berapa modal minimal membuka barbershop?
Tidak ada nominal yang sama untuk semua orang. Modal tergantung skala usaha, lokasi, peralatan, renovasi, jumlah kursi, dan biaya operasional.
Apakah bisa membuka barbershop dengan modal kecil?
Bisa dengan memulai dari skala kecil dan mengendalikan biaya investasi serta operasional.
Apa pengeluaran terbesar saat membuka barbershop?
Biasanya tempat dan renovasi dapat menjadi komponen besar, tetapi jumlahnya sangat bergantung pada lokasi dan konsep.
Apakah harus membeli peralatan mahal?
Tidak harus. Pilih peralatan yang sesuai kebutuhan dan memiliki kualitas yang dapat mendukung pekerjaan.
Apakah kursus barber termasuk modal usaha?
Kursus dapat dianggap sebagai investasi keterampilan atau persiapan sumber daya manusia, terutama bagi calon pemilik yang belum memiliki kemampuan teknis.
Apakah barbershop menguntungkan?
Barbershop memiliki peluang bisnis, tetapi keuntungan tidak otomatis. Hasil usaha dipengaruhi oleh jumlah pelanggan, harga, biaya operasional, kualitas layanan, lokasi, dan manajemen.
Modal merupakan salah satu faktor penting dalam membuka barbershop, tetapi bukan satu-satunya.
Pemilik usaha juga perlu mempersiapkan keterampilan, konsep, lokasi, peralatan, SDM, pelayanan, marketing, dan manajemen keuangan.
Jangan terburu-buru menghabiskan modal untuk tampilan tempat.
Bangun bisnis berdasarkan kemampuan finansial dan target pasar.
Bagi calon pengusaha yang belum memiliki keterampilan barber, belajar potong rambut dapat menjadi salah satu langkah awal yang bermanfaat.
BL Barber School telah berdiri sejak 2009, terdaftar di Dinas Pendidikan, didukung instruktur berpengalaman, dan memiliki materi pembelajaran yang ditujukan untuk membantu peserta mempersiapkan diri untuk siap kerja maupun usaha.
Rencanakan modalnya, pelajari keterampilannya, dan persiapkan bisnis barbershop Anda dengan matang.
Informasi Pendaftaran
📍 Alamat: Jl. Jomegatan (Belakang Pos Ronda), Desa Nitiprayan RT 04, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta
📞 Telepon / WhatsApp: 0877-0010-1333
🌐 Website:
www.blbarberschool.com
Wujudkan mimpi menjadi pemilik bisnis sukses bersama bimbingan lengkap dari BLBarberSchool!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar